Selasa, 25 Oktober 2016

Menjadi desainer Busana Muslim

penampakan perdana Isyawin dalam pagelaran pakaian di Internasional Islamic Fair 2016 mendapat apresiasi. Ihwal sambutan positif visitor, Pemilik Isyawin, Alisya Fianne tidak berakhir mengucap rasa syukur.

"Saya punyai prinsip hidup, jikalau kita niat baik dan mau berkarya dan memberikan manfaat terhadap orang lain, pasti bakal tidak sedikit jalannya," kata dirinya untuk Republika.co.id, Senin (24/10).

(Baca: Alisya Kreasikan Batik Islami bagi Muslimah)

Pada arena IIF 2016, Isyawin menyajikan delapan koleksi pakaian Muslimah dgn gagasan segar. Menjadikan batik juga sebagai baju Muslim yg apik. membuat rancangan baju Muslim yakni panggilan jiwa," ungkap Wakil Ketua Paguyuban Mualaf tempat ibadah besar Sunda Kelapa ini.

Menurutnya, trik berpakaian mencerminkan karakter. Islam terus memberikan petunjuk dengan cara apa trick berpakaian Muslimah. aku menonton tidak sedikit Muslimah pilih baju trendi ketimbang baju Muslim. Kesan yg nampak kolot," kata dia.

Padahal, lanjut Presiden Direktur Alisya Nurulbaqi Tour and Travel ini, baju Muslim mampu dikreasikan sedemikian rupa maka sanggup menampilkan kesan mutahir dan memenuhi syariat. "Ini tantangan pada aku, kepada menampilkan macam mana baju Muslim itu mampu mutahir tidak dengan meminggirkan kaidah agama,"kata dia.

Alisya mengakui, pengalaman berdakwah dan membimbing jamaah melakukan umrah menambah perspektifnya dalam mengkreasikan trick berpakaian. beliau setelah itu terinspirasi ketajiran budaya nusantara yg dipadupadankan bersama pakaian Muslimah. "Lahirlah karya yg InsyaAllah serasi syariat," kata dia.

Upaya memperkenalkan karya batik Islami yg dirintisnya lagi sejak mulai menghasilkan produk. jumlahnya pesanan abaya batik Islami datang dari negara jiran, Brunei dan Jordan. " menjadi aku diundang guna tampil di negeri mereka. InsyaAllah, " katanya.

"Saya mengharapkan, apa yg dirintis diwaktu ini mampu sampai tidak cuma dalam negara serta luar negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar